Daftar Menu

  • Home
  • Mutiara Hikmah
  • Video
  • My Profil
    • My Facebook
    • Sabtu, 07 Desember 2013

      Kemaren adalah Sejarah, besok adalah misteri, dan sekarang adalah hadiah. "Hidup Tidak Sementara".

      Kalau kita sadari lagi bahwa hidup itu sementara, mengapa masih banyakdi antara kita yang dengan SENGAJA menunda-nunda apa yg seharusnya kitalakukan pada saat itu juga. Contoh kecil, shalat 5 waktu.Saya sendiri sadar kalo saya juga sering dengan sengaja menunda ibadah, maka ketika menghayati pesan yg di sampaikan orang tua, ngerasa bersalah akan apa yg udh saya lakuin selama ini.
      Lalu apa-nya yang "tidak sementara"? Yaitu Jiwa kita. Ketika kitameninggalkan Raga kita, Jiwa kita tetap hidup. Dan apa yang AKAN Jiwakita peroleh nanti, itu merupakan apa yang TELAH kita perbuat selamaJiwa masih ada di dalam Raga. Apa yg membedakan kita? ,,,Raga,,, Dan di setiap raga diisi dengan jiwa yg sama mulianya di mata Tuhan.
      Itulah mengapa dalam semua kitab ada ketentuan-ketentuan tentang apasaja yg BOLEH dan TIDAK BOLEH di konsumsi. Misal, MINUM. Itu adalahuntuk Raga kita, larangan minum minuman keras/memabukkan itu adalahuntuk kemuliaan Jiwa kita.
      Apakah orang yang Jiwanya sakit/sakit Jiwa, Jiwanya tidak mulia?
      Coba kita sadari lagi, apa sih yg kita lakukan jika bertemu,berpas-pas-an, atau bahkan di dekati oleh orang-orang sakit jiwa itu?
      Nilai lah diri kita sendiri dari apa yg kita lakukan untuk orang-orangseperti mereka. Sadarkah bahwa Tuhan menguji kemuliaan Jiwa kita darihal tersebut?
      Jadi kalo di pikir-pikir lagi, orang-orang seperti mereka itu ternyatalebih mulia dari kita. Maka perbaiki sikap kita di depan mereka. Kemudian banyak yg berpendapat bahwa Hari Perhitungan itu adalah nantidi Akhirat. Setuju, tapi jika kita berpikir lebih Logis Perhitungan ituterjadi setiap saat. Apapun yang dapatkan hari ini adalah akibat dariapa-apa yg telah kita lakukan di hari-hari yg lalu. Dan apapun yangkita lakukan hari ini akan berdampak besar di kemudian hari.
      Kesimpulannya, berusahalah mencintai apa saja yang kita lakukan saatini. Apapun yg harus dilakukan, lakukan yg terbaik. Lalu lihatlah apayg terjadi..!!"Siapa yang mengetahui apa kita salah atau benar?"
      Ada yang bilang Tuhan yang maha mengetahui, tapi kata Abi kita masih memiliki jarak.
      Lalu siapa yang mengetahui "salah atau benar"?
      Yaitu Ego kita. Seperti waktu Puasa jika kita mengikuti Ego kita, puasaitu ga enak. Menurut ego yang enak itu ya pas buka puasa. Tapi jikakita bisa mengendalikan ego, puasa itu merupakan hal terbaik yg bisakita lakukan untuk melatih diri di kemudian hari.

      Salut untuk Bapak, saya menjalani hidup hampir 22 tahun bersama seorang Bapak yg syukur alhamdulillah cukup bijak dalam menghadapi hidup. Saya dituntut untuk selalu melakukan yg terbaik, di setiap detik dan di setiaphembusan nafas. Beliau juga mengatakan bahwa: "jika kamu telahmeninggalkan suatu ibadah, dengan sengaja, maka bayarlah ibadahtersebut dengan Ikhtiar. Tapi jangan sampai terbiasa untukmeninggalkannya. Karena Allah tidak GILA HORMAT, Dia menilai kita darisikap dan apa-apa saja yg telah / akan kita lakukan.

      JADI, APAPUN YANG KITA TELAH LAKUKAN KEMARIN ENTAH BAIK ATAU BURUK ITU ADALAH SEJARAH.
      JADIKAN HAL TERSEBUT SEBAGAI "SEPION" KEHIDUPAN.
      LALU, APAPUN YANG TELAH KITA DAPATKAN HARI INI MERUPAKAN HADIAH DARI APA-APA YG TELAH KITA LAKUKAN KEMARIN.
      KEMUDIAN APA YANG TERJADI ESOK MERUPAKAN MISTERI YANG SESUNGGUHNYA DAPAT KITA LIHAT DARI APA YANG KITA LAKUKAN TERBAIK HARI INI.
      kemarin adalah sejarah, besok adalah misteri dan sekarang adalah hadiah.

      Tidak ada komentar:

      Posting Komentar